Pengalaman Berhutang Dollar

Kebiasaan ngecek kurs dollar ternyata masih terbawa sampai sekarang. Kurs dollar saat ini masih di kisaran 12 ribu. Setiap melihat angka itu aku selalu bersyukur…Alhamdulillah kami segera membeli dollar saat itu…kalau kami tunda beberapa hari saja, mungkin sudah kena kurs dollar 12 ribu.

Keluargaku pinjam uang ke saudara sejumlah X rupiah untuk tambahan biaya membangun kamar kos. Berhubung udah ga punya modal lagi dan daripada pinjam ke bank pake bunga, akhirnya ayahku memutuskan untuk pinjam ke saudara dekat. Saudara dekat kami yang sangat baik hati itu akhirnya mentransfer X rupiah di bulan Februari 2014. Kami bilang akan melunasinya di bulan Juli 2014.

Juli 2014 uang belum bisa terkumpul. Kami segera menghubungi saudara kami, meminta maaf karena pelunasan tertunda. Dari hasil pembicaraan kami, ternyata saudara kami ingin uangnya kembali dalam bentuk dollar. Jadi uang yang dia pakai adalah uang dollarnya. Jadi waktu itu uangnya dollarnya ditukar rupiah dulu, baru ditransfer ke kami X rupiah. Untuk waktu pelunasan, saudara kami tidak mempermasalahkan. Santai saja katanya.

Pertanyaannya sekarang adalah…berapa kurs dollar bulan Februari lalu? Kata saudara kami 11.200, Jadi perhitungannya…X rupiah dibagi 11.200 = Y dollar. Mindset kami sudah berubah, yang tadinya berfikir X rupiah menjadi Y dollar. Ini pengalaman pertama kami berurusan dengan dollar. Kami tidak hanya berfikir bagaimana cara mengumpulkan uang secepatnya, tapi juga rajin memantau kurs dollar setiap hari. Tujuan kami satu : melunasi hutang secepatnya di saat yang tepat, maksudnya saat kurs dollar bisa kami tolerir.

Mengumpulkan uang dari gaji kami memang ga mungkin bisa segera lunas. Makanya untuk segera melunasinya kami berencana menjual mobil. Mobil satu-satunya yang kami miliki. Kalau laku, tenang deh…hutang lunas dan masih ada sisa untuk ditabung. Tapi setelah kami pikir-pikir… jangan sampai mobil dijual. Ayahku sudah lansia hidupnya harus nyaman. Saat-saat tertentu pastilah ayahku perlu pakai mobil, begitu pun anggota keluarga yang lain termasuk aku πŸ™‚ Mobil banyak manfaatnya. Biarpun mobil kami bisa dibilang tidak muda lagi tapi insya Allah masih berfungsi dengan baik.

Mobil sebisa mungkin kami pertahankan, maka untuk menutupi hutang kami jual beberapa barang di rumah yang tidak terlalu bermanfaat tapi nilainya lumayan. Yamaha Electone, Jam Junghans, sampai anting-antingku πŸ™‚ Yamaha Electone…jelas ga bermanfaat cuma jadi hiasan di ruang tengah selama bertahun-tahun. Jam Junghans… dulu dikasih orang dan kami bukan penggemar barang antik jadi lepas aja deh. Anting-antingku…ga papa lah ga pake anting-anting, toh ga kelihatan. Besok-besok kalau ada rejeki bisa beli lagi. Lagipula aku ga hobi pakai perhiasan. Yang penting hutang segera lunas titik.

Bertahap kami menukar rupiah ke dollar, pertama saat kurs dollar 11.615 dan tahap kedua saat kurs 11.710. Alhamdulillah akhir Agustus kami sudah pegang Y dollar πŸ™‚ tinggal menunggu waktu kapan akan mengantar ke saudara kami. Saudara kami tidak punya rekening dollar jadi kami harus mengantar Y dollar sampai ke tangannya.

Alhamdulillah September 2014 Y dollar sudah kami antar dan diterima langsung oleh saudara kami. Tanda terima nya kami simpan. Ada saksi juga yang menyaksikan. Setelah berbulan-bulan dollar mengalihkan duniaku dan membuat hati tidak tenang, akhirnya urusan satu ini selesai juga. Legaaa rasanya πŸ™‚ hutang ini sudah LUNAS.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

˙·‒● Irila's Logo ●‒·

.::|Ikatlah Ilmu dengan Tulisan (di Blog juga boleh..) : ) |::.

Galeri Siswa

parade karya siswa man 2 banjarnegara

A Rindu Istiqomah

Perempuan Di Jalan Hijrah

37degree

- bukan hujan yg harus disalahkan atau pelangi yg tak kunjung datang -

IrfanAndi|Blog

#belajar, hingga tetes embun terakhir

Catatan Seorang PN

Just another WordPress.com site

Forty and beyond

randomness of a woman

Try To Be Better

Tiada hari tanpa sebuah karya positif

Litle Notes

Nafas Ruhani Memberi Kesegaran Hati

Rindrianie's Blog

Just being me

Bunda Keisya

Just another WordPress.com weblog

%d bloggers like this: