Kursus Bahasa Arab di Semarang

Majelis Ta’lim Al-Barokah
Jl. Tegal Sari Barat I No.12 Semarang
Telp. (024) 70252246, 081325888015, 081325914002
Website : http://majelis-albarokah.com/
Jadwal untuk putra : Senin – Sabtu, jam 19.45 – selesai
Jadwal untuk putri : ahad, Senin, Selasa, jam 16.00 – 17.00

Majelis Ta’lim Al-Badru
Jl. Cendana No. 5 Banyumanik Semarang
Telp. Ustadz Edy 087832500195
Gratis 🙂

Pesantren Ulul Absor
Jl. Karangrejo II No. 25 A Banyumanik Semarang
Telp. (024) 7462586

Majelis Ta’lim Al I’thisom
Jl. Tambakboyo Lor No. 6 Tlogosari Kulon
Telp. (024) 70412901

Lisanul Arab
Masjid Al-Ikhlas, Kompleks Bea Cukai Jl. Pandean Lamper 1
Telp. 05747420286

Advertisements

Mengetik Huruf Arab di Komputer

1. Start -> control panel -> pada clock,language and region pilih Change keyboards or other input methods

2. Klik change keyboards

3. Untuk menambah Arabic sebagai default input language klik add

4. Pilih Arabic (Saudi Arabia) -> beri tanda check pada keyboards -> pilih Arabic (101) -> ok

sebelum diklik ok, klik preview untuk melihat gambar keyboards arab lalu klik print screen untuk mengcopy gambar di Ms. word atau di paint. Cetak gambar tersebut untuk pedoman saat mengetik huruf arab.

5. Sekarang Arabic sudah masuk ke dalam Default Input Language kemudian pilih keyboard arabic (101) -> klik apply

6. Pastikan default input language sudah berubah menjadi Arabic dengan mengecek language bar pada windows. Kalau defaultnya English muncul kode EN, kalu Arabic kodenya AR. Untuk merubah dari AR ke EN atau sebaliknya, tinggal klik salah satunya.

7. Buka Ms. Word atau Ms. excel dan mulailah mengetik sambil melihat tampilan keyboards Arabic yang sudah diprint.

8. Untuk menambah tanda baca :
– Tekan shift + W = fathah tanwin
– Tekan shift + Q = fathah
– Tekan shift + S = kasroh tanwin
– Tekan shift + A = kasroh
– Tekan shift + R = dhomah tanwin
– Tekan shift + E = dhomah
– Tekan shift + X = sukun
– Tekan shift + ~ = tajwid tasydid

Mencatat Kosakata Al-Quran di Excel

Penggunaan Ms. Excel dimaksudkan agar lebih mudah dalam pengolahannya. Memudahkan pencarian, memudahkan pengelompokan jenis kata, bisa diurutkan, bisa difilter sesuai dengan kebutuhan.  Hasilnya nanti diharapkan bisa membantu kita untuk memahami bahasa Al-Quran.
Langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Instal Al-Quran In Word. Klik Disini
2. Buka Ms. Word, Jalankan program Quran In Word
Pilih Add-Ins -> Al-Quran -> Get Arabic
Pilih surat dan ayat yang akan ditampilkan, pilih Unicode lalu klik OK
3. Siapkan Al-Quran dengan terjemahan per kata sebagai panduan.
4. Buka Ms. Excel . Siapkan header kolom yang terdiri antara lain:
kolom 1 : kata dasar dalam bahasa Indonesia
kolom 2 : kosakata dalam bahasa Indonesia
kolom 3 : kosakata dalam bahasa Arab
kolom 4 : keterangan
kolom bisa ditambah lagi sesuai kebutuhan.
5. Ketik kosakata dalam bahasa indonesia lalu copy paste bahasa arabnya dari Ms. Word tadi. Caranya blok tulisan arab yang telah muncul di Ms. Word lalu tekan Ctrl+C, tekan Ctrl+V pada cell Ms.Excel yang dituju. Hasilnya seperti gambar di bawah ini.
6. Jangan lupa sambil belajar ilmu nahwu sharof 
7. Terakhir yang paling penting adalah menghapalkan kosakata yang sudah dicatat. Itu yang paling susah.
***
Di atas tulisan arabnya hanya copy paste dari word ke excel, tapi jika ingin mengetik tulisan Arab, setting keyboard komputer harus dirubah dulu menjadi Arabic. Berikut ini caranya :
Start -> Control Panel -> Clock, Language, region -> Change keyboards -> drop down default input language kalau belum ada Arabic klik Add kemudian pilih Arabic keyboards -> OK
Klik 2x Arabic (101) untuk melihat layoutnya. Print gambar keyboard arab tersebut sebagai panduan mengetik dalam tulisan arab. Caranya tekan tombol Printscreen pada keyboard komputer lalu paste di word lalu print.
***
Referensi:  Al-Quran Per Kata, Belajar Bahasa Arab Yuk 

Ucapan Terima Kasih

Setahuku, setiap PNS sebenarnya dilarang menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa  pemberian itu bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan PNS yang bersangkutan.
Ada beberapa pendapat dari temanku mengenai hal ini  :
1. Ada temanku yang berpendapat tidak apa-apa menerima ucapan terima kasih. Toh kita tidak meminta. Yang tidak boleh itu kalau itu merupakan bentuk suap atau kita bermaksud mempersulit. Anggap pemberian itu adalah harta temuan jadi perlu dizakati 20% (kalau dalam bentuk uang).
2. Langsung menolak dan mengembalikannya. Kita menyelesaikan pekerjaan yang memang sudah menjadi kewajiban kita dan sudah menerima gaji untuk itu. Pihak yang dilayani tidak perlu memberi apapun karena memang sudah merupakan haknya untuk dilayani.
3. Tetap menerima karena takut menyinggung perasaan orang yang memberi. Tapi…semua yang diterima diserahkan kepada lembaga zakat untuk disalurkan kepada yang berhak. Sebelumnya beritahu lembaga zakat darimana asal usul uang tersebut supaya tidak salah dalam penggunaannya.
Pendapat mana yang terbaik? Hehe jawabannya tanya pak ustadz aja. Tapi memang, kebanyakan ucapan terimakasih itu didasari rasa pekewuh (rasa sungkan). Seperti pertanyaan salah satu temanku yang pernah mendapatkan pelayanan di sebuah instansi, “Menurutmu gimana aku perlu ngasih ke petugas itu ga? Aku ga mudeng soal begituan”  Hehe mungkin loh mungkin…para pihak yang dilayani itu berfikir jangan-jangan tanpa memberi ucapan terimakasih akan dinilai sebagai orang yang tidak tahu terimakasih dan untuk urusan-urusan berikutnya malah akan dipersulit.
Yah kita mulai dari diri sendiri dulu. Jika kita sebagai pihak yang melayani, yakinkan orang yang kita layani bahwa mereka tidak perlu memberikan sesuatu kepada kita karena memang itu sudah menjadi tugas kita. Kalau tetap dipaksa untuk menerima ya…tetap menolak dengan tegas. Kalau kita pernah sekali saja tegas menolak, insya Allah di lain waktu mereka tidak akan memberi ucapan terimakasih lagi 🙂